makalah kunyit
KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan
makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun
tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang tanaman
obat, yang kami sajikan berdasarkan referensi dari berbagai sumber di internet.
Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang
datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran
dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “ Tanaman Kunyit Kuning“. Walaupun
makalah ini mungkin kurang sempurna juga memiliki detail yang cukup jelas bagi
pembaca.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon
untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Kasikan, 08
Mei 2014
Penyusun
Assan Si Jago Hitam
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR.................................................................................................. i
DAFTAR ISI.................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah................................................................................................ 1
1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kunyit................................................................................................ 2
2.2 Karakteristik Skema Kunyit Kuning................................................................... 4
2.3 Deskripsi..............................................................................................................
2.4 Komposisi dan Kandungan.................................................................................
2.5 Sentra Penanaman Kunyit...................................................................................
2.6 Manfaat / Khasiat Kunyit....................................................................................
2.7 Kreatifitas Pengolahan.........................................................................................
2.8 Syarat Pertumbuhan Kunyit................................................................................
2.9 Cara Budidaya Tanaman
Kunyit.........................................................................
2.10 Hama & Penyakit...............................................................................................
2.11 Panen.................................................................................................................
2.12 Pasca Panen.......................................................................................................
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan.......................................................................................................... 5
3.2
Saran.................................................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kunyit (Curcuma domestica Val) termasuk salah
satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayahAsia
khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke
daerahIndo-Malaysia,Indonesia,Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia
danIndia serta bangsaAsia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik
sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan
kecantikan.
Kunyit tumbuh dengan baik di tanah yang tata
pengairannya baik, curah hujan 2.000 mm sampai 4.000 mm tiap tahun dan di
tempat yang sedikit terlindung. Tapi untuk menghasilkan rimpang yang lebih
besar diperlukan tempat yang lebih terbuka. Rimpang kunyit berwarna kuning
sampai kuning jingga. Beberapa kandungan kimia dari rimpang kunyit yang telah
diketahui yaitu minyak atsiri sebanyak 6% yang terdiri dari golongan
senyawa monoterpen dan sesquiterpen (meliputi zingiberen, alfa dan beta-turmerone),
zat warna kuning yang disebut kurkuminoid sebanyak 5%
(meliputi kurkumin 50-60%, monodesmetoksikurkumin dan bidesmetoksikurkumin),
protein, fosfor, kalium, besi dan vitamin C.
Dari ketiga senyawa kurkuminoid tersebut, kurkumin merupakan
komponen terbesar. Sering kadar total kurkuminoid dihitung
sebagai % kurkumin, karena kandungan kurkumin paling
besar dibanding komponen kurkuminoid lainnya. Karena alasan
tersebut beberapa penelitian baik fitokimia maupun farmakologi lebih ditekankan
pada kurkumin.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah kunyit ini adalah sebagai berikut :
-
Apa pengertian dari kunyit?
-
Apa manfaat tanaman kunyit?
-
Bagaimana cara membudidayakan tanaman
kunyit?
1.3 Tujuan Penulisan
Ø Untuk
mengetahui cara membudidayakan tanaman kunyit melalui beberapa tahap.
Ø Untuk
mengetahui manfaat tanaman kunyit.
Ø Untuk
mengetahui cara panen
dan pascapanen pada tanaman kunyit.
Ø Untuk
menambah wawasan dalam bidang pengobatan atau kesehatan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kunyit
1. Kunir, kunyit, temulawak (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma
domestica Val.) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah
Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia,
Indonesia, Australia bahkan Afrika.
2. Kunyit
(Curcuma domestica Val) termasuk salah satu tanaman rempahdan obat, habitat asli tanaman
ini meliputi wilayahAsia khususnya Asia Tenggara.
3. Kunyit
(Curcuma domestika) adalah tanaman asli Asia Tenggara, mempunyai rasa
yang pahit, agak pedas, baunya khas aromatik, rimpang berwarna kuning
kejingga-jinggaan. Batangnya berwarna hijau atau agak keunguan, berdaun 4
sampai 8 helai, bunganya berwarna cokelat dan ditengahnya berwarna
kemerah-merahan dan kuning. Kunyit cocok ditanam di dataran rendah hingga
ketinggian 1000 m dari atas permukaan laut.
4. Kunyit
(Curcuma domestic) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli
tanaman ini meliputi wilayahAsiakhususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian
mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika.
5. Kunyit
merupakan tanaman obat berupa semak yang bersifat tahunan ( perinal )yang
tersebar di seluruh daerah tropis . Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar di
sekitar hutan / bekas kebun . Di perkirakan berasal dari binar pada ketinggian
1300 – 1600 m dpl , ada juga yang megatakan bahwa kunyit berasal dariindia.
Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kuekum dan yunani Karkom . Pada tahun 77
– 78 sm , Dioscorides menyabut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe ,
tetapi pahit , kelat dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun. Tanaman ini
banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, China Selatan, Taiwan,
Indonesia ( Jawa ) dan Filipina.
2.2
Karakteristik
Skema Kunyit Kuning
Kunyit
|
||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
||||||||||||||||
Nama
Lokal :
Turmeric (Inggris), Kurkuma (Belanda),
Kunyit (Indonesia dan Malaysia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura).
2.3 Deskripsi
Tanaman kunyit tumbuh
bercabang dgn tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semu, tegak, bulat,
membentuk rimpang dgn warna hijau kekuningan & tersusun dari pelepah daun
(agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm,
lebar 8-12,5 cm & pertulangan menyirip dgn warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut &
bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dgn mahkota sekitar 3 cm
& lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung & pangkal daun
runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan,
daging buah merah jingga kekuning-kuningan.
2.4 Komposisi dan Kandungan
Komposisi Dan Kandungan Kimia :
Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang
terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan
zat- zat manfaat lainnya. Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 % Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1
– 5 % Bisdemetoksikurkumin : R1 = R2 = H sisanya Minyak atsiri / Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil) Lemak 1 - 3%, Karbohidrat 3%, Protein30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%,
Garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya.
2.5 Sentra Penanaman Kunyit
Di
Indonesia, sentra penanaman kunyit
di Jawa Tengah, dgn produksi mencapai 12.323 kg/ha. Di India, Srilanka, Cina,
Haiti, & Jamaika dgn produksi mencapai > 15 ton/ha.
2.6 Manfaat
/ Khasiat Kunyit
Beberapa
penelitian secara in vitro dan in vivo menunjukkan,
kunyit memunyai aktivitas sebagai antiinflamasi (antiperadangan),
aktivitas terhadap peptic ulcer, antitoksik, antihiperlipidemia,
dan aktivitas antikanker.
Penyakit Yang Dapat Diobati ,kandungan
utama kurkumin dan minyak atsiri,
berfungsi untuk pengobatan hepatitis, antioksidan,
gangguan pencernaan, anti mikroba (broad
spectrum), anti kolesterol,
anti HIV, antitumor
(menginduksi apostosis),
menghambat perkembangan sel tumor payudara (hormone dependent and independent),
menghambat ploriferasi sel tumor pada usus besar (dose-dependent), anti invasi,
anti rheumatoid arthritis (rematik),
mempunyai prospek yang cerah pada sektor industri hilir dalam berbagai bentuk
(ekstrak, minyak, pati, makanan/minuman, kosmetika, produk farmasi dan
IKOT/IOT). Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid
tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili,
Cangkrang (Waterproken).
2.7 Kreatifitas Pengolahan
Kunyit memiliki banyak
manfaat bagi mereka yang punya kreatifitas dalam mengolahnya contohnya sebagai
berikut:
v Memperlancar ASI
Bahan: 1 rimpang kunyit ditumbuk sampai halus dan dibalurkan seputar payudara sekali setiap 2 hari terutama pada masa awal menyusui.
Bahan: 1 rimpang kunyit ditumbuk sampai halus dan dibalurkan seputar payudara sekali setiap 2 hari terutama pada masa awal menyusui.
v Haid tidak lancar
2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh biji pala, 1/2 genggam daun srigading. Semua bahan ditumbuk halus, direbus dgn 1 liter air sampai mendidih, saring dinginkan.
Minum 1 gelas sehari.
2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh biji pala, 1/2 genggam daun srigading. Semua bahan ditumbuk halus, direbus dgn 1 liter air sampai mendidih, saring dinginkan.
Minum 1 gelas sehari.
v Sakit Keputihan / Pek Tay
2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula aren. Semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di saring. Minum 1 gelas sehari.
2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula aren. Semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di saring. Minum 1 gelas sehari.
v Perut mulas pada saat haid
1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm, 2 rimpang kencur sebesar 4 cm. Semua bahan dicuci bersih dan diparut, ambil airnya. Tambahkan perasan jeruk nipis, diseduh dgn stengah gelas air panas, kemudian saring.
Tambahkan garam dan gula sesuai selera. Minum pada hari pertama haid.
1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm, 2 rimpang kencur sebesar 4 cm. Semua bahan dicuci bersih dan diparut, ambil airnya. Tambahkan perasan jeruk nipis, diseduh dgn stengah gelas air panas, kemudian saring.
Tambahkan garam dan gula sesuai selera. Minum pada hari pertama haid.
v Diabetes mellitus
3 rimpang kunyit + 1/2 sendok the garam direbus dgn 1 liter air sampai mendidih kemudian saring dan dinginkan. Minum rebusan ini @ stengah gelas 2x seminggu
3 rimpang kunyit + 1/2 sendok the garam direbus dgn 1 liter air sampai mendidih kemudian saring dan dinginkan. Minum rebusan ini @ stengah gelas 2x seminggu
v Tifus
2 rimpang kunyit + 1 bonggol sere + 1 lembar daun sambiloto ditumbuk halus, tambahkan 1 gelas air hangat, aduk rata kemudian disaring. Minuman ini diminum sekali sehari selama 1 minggu.
2 rimpang kunyit + 1 bonggol sere + 1 lembar daun sambiloto ditumbuk halus, tambahkan 1 gelas air hangat, aduk rata kemudian disaring. Minuman ini diminum sekali sehari selama 1 minggu.
v Berak lendir
1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4 sendok makan kapur sirih direbus bersama 2 gelas air sampai mendidih dan tinggal 1 gelas. Saring. Minum pagi dan sore masing2 stengah gelas.
1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4 sendok makan kapur sirih direbus bersama 2 gelas air sampai mendidih dan tinggal 1 gelas. Saring. Minum pagi dan sore masing2 stengah gelas.
v Usus buntu
1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula kelapa/aren. Garam secukupnya. Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring. Minum setiap pagi setelah makan.
1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula kelapa/aren. Garam secukupnya. Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring. Minum setiap pagi setelah makan.
v Disentri
1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya. Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai tinggal 1 gelas kemudian disaring. Diminum sampai sembuh
1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya. Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai tinggal 1 gelas kemudian disaring. Diminum sampai sembuh
v Cangkrang (Waterproken)
2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng, ditumbuk sampai halus, kemudian oleskan dibagian yg sakit
2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng, ditumbuk sampai halus, kemudian oleskan dibagian yg sakit
v Amandel
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu. Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk sampai merata dan disaring. Minum secara rutin 2 hari sekali
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu. Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk sampai merata dan disaring. Minum secara rutin 2 hari sekali
v Morbili
1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle ditumbuk sampai halus dan oleskan kebagian yg sakit.
1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle ditumbuk sampai halus dan oleskan kebagian yg sakit.
2.8
Syarat Pertumbuhan Kunyit
1.
Iklim.
v Tanaman kunyit dapat
tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang,
sehingga tanaman ini sangat baik hidup pada tempat-tempat terbuka atau sedikit
naungan.
v Pertumbuhan terbaik dicapai pada
daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. Bila ditanam di daerah
curah hujan < 1000 mm/tahun, maka system pengairan harus diusahakan cukup
& tertata baik. Budidaya Kunyit dpt dibudidayakan sepanjang tahun.
Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan.
v Suhu udara yang optimum bagi tanaman
ini antara 19-30°C.
2.
Media
Tanam
v
Kunyit tumbuh subur
pada tanah gembur, pada tanah yang dicangkul dgn baik akan menghasilkan umbi
yang berlimpah.
v
Jenis
tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dgn bahan organik tinggi, tanah
lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa.
3. Ketinggian Tempat
Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran
tinggi (> 2000 m dpl). Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian
45 m dpl.
2.9 Cara Budidaya Tanaman Kunyit
- http://assanvkcm.blogspot.com
- Pembibitan
- Persyaratan
Bibit : Bibit kunyit
yang baik berasal dari pemecahan rimpang, karena lebih mudah tumbuh.
Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur, segar,
sehat, berdaun banyak & hijau, kokoh, terhindar dari serangan
penyakit; cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12
bulan; bentuk, ukuran, & warna seragam; memiliki kadar air cukup;
benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup; terhindar dari
bahan asing (biji tanaman lain, kulit, kerikil).
- Penyiapan Bibit
: Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran & dgn berat yang
seragam serta utk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. Bekas
potongan ditutup dgn abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong
dgn larutan fungisida (benlate & agrymicin) guna menghindari
tumbuhnya jamur. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas,
dgn berat antara 20-30 gram & panjang 3-7 cm.
- Teknik
Penyemaian Bibit.Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat
dirangsang dgn cara : mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau
lembab selama 1-1,5 bulan, dgn penyiraman 2 kali sehari (pagi & sore
hari). Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu kamar (25-28°C). Selain
itu menempatkan rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28°C.
& merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam.
ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1,5 liter air)
& larutan G-3 (500-700 ppm). Rimpang yang akan direndam larutan ZPT
harus dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35°C. Jumlah
anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dgn jalan direndam pada
larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm.
- Pemindahan Bibit Kunyit: Bibit yang telah siap lalu ditempatkan
pada persemaian, dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur
1-1,5 bulan. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam
di lahan. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara
hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tdk rusak. Bila
ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan
dgn hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu utk memudahkan
pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Jika jarak antara tempat pembibitan
dgn lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab & segar
ketika tiba di lokasi. Selama pengangkutan, bibit yang telah bertunas
jangan ditumpuk.
- Pengolahan Media
Tanam
- Persiapan Lahan
: Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau
pekarangan. Penyiapan lahan untuk kebun kunyit
sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.
- Pembukaan Lahan
: Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma & dicangkul secara
manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil
& sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. Tanah
dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2
minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap & bibit
penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari.
- Pembentukan
Bedengan : Lahan kemudian dibedeng dgn lebar 60-100 cm & tinggi 25-45
cm dgn jarak antar bedengan 30-50 cm.
- Pemupukan
(sebelum tanam) : utk mempertahankan kegemburan tanah, meningkatkan unsur
hara dalam tanah, drainase, & aerasi yang lancar, dilakukan
dengan.menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang
tanam & dibiarkan 1 minggu. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk
kandang 2,5-3 kg.
- Teknik Penanaman
Kebutuhan
bibit kunyit/hektar
lahan adalah 0,50-0,65 ton. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang
sebesar 20-30 ton/ha.
- Penentuan Pola Tanaman : Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang
berukuran 5-10 cm dgn arah mata tunas menghadap ke atas. Tanaman kunyit ditanam dgn dua
pola, yaitu penanaman di awal musim hujan dgn pemanenan di awal musim
kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan & pemanenan
dilakukan dgn dua kali musim kemarau (12-18 bulan). Kedua pola tersebut
dilakukan pada masa tanam yang sama, yaitu pada awal musim penghujan.
Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya.
- Pembutan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat di atas
bedengan/petakan dgn ukuran lubang 30 x 30 cm dgn kedalaman 60 cm. Jarak
antara lubang adalah 60 x 60 cm.
- Cara Penanaman : Teknik penanaman dgn perlakuan stek
rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi
mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan & vegetatif kunyit, sedangkan penggunaan zat
pengatur tumbuh IBA (indolebutyric
acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata
terhadap pembentukan rimpang kunyit.
- Perioda Tanam : Masa tanam kunyit
yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan
lainnya. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air
cukup banyak utk pertumbuhannya. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya
dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap
diusahakan awal musim hujan.
- Pemeliharaan Tanaman
- Penyulaman : Apabila ada rimpang kunyit
yang tdk tumbuh atau pertumbuhannya buruk, maka dilakukan penanaman
susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar & sehat.
- Penyiangan : Penyiangan & pembubunan perlu
dilakukan utk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu
penyerapan air, unsur hara & mengganggu perkembangan tanaman.
Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dgn pemupukan &
penggemburan tanah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman
berumur ½ bulan & bersamaan dgn ini maka dilakukan pembubunan guna
merangsang rimpang agar tumbuh besar & tanah tetap gembur.
- Pembubunan : Seperti halnya tanaman rimpang lainnya,
pada kunyit pekerjaan
pembubunan ini diperlukan utk menimbun kembali daerah perakaran dgn tanah
yang melorot terbawa air. Pembubunan bermanfaat utk memberikan kondisi
media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur
& bercabang banyak. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan
& biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali.
- Pemupukan :
- Pemupukan Organik : Penggunaan
pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah daun, & luas
area daun kunyit secara
nyata. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dgn populasi kunyit 160.000/ha menghasilkan
produksi sebanyak 29,93 ton/ha.
- Pemupukan Konvensional : Selain
pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat
tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk
organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang
& pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; & ZK 10
gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan.
dgn pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau
7,5 ton rimpang segar/ha. Pemupukan juga dilakukan dgn pupuk nitrogen
(60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), & K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan
pada awal tanam, pupuk N & K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis)
& sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan
& 4 bulan. Pupuk diberikan dgn ditebarkan secara merata di sekitar
tanaman atau dalam bentuk alur & ditanam di sela-sela tanaman.
- Pengairan & Penyiraman : Tanaman kunyit
termasuk tanaman tdk tahan air. Oleh sebab itu drainase & pengaturan
pengairan perlu dilakukan secermat mungkin, agar tanaman terbebas dari
genangan air sehingga rimpang tidak.membusuk. Perbaikan drainase baik utk
melancarkan & mengatur aliran air serta sbg penyimpan air di saat
musim kemarau.
- Waktu Penyemprotan Pestisida : Penyemprotan pestisida
dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.
- Pemulsaan : Sedapat mungkin pemulsaan dgn jerami
dilakukan diawal tanam utk menghindari kekeringan tanah, kerusakan
struktur tanah (menjadi tdk gembur/padat) & mencegah tumbuhnya gulma
secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di
antara lubang tanaman.
2.10
Hama & Penyakit
a.
Hama
Ulat penggerek akar (Dichcrosis
puntifera.). Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu &
lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. Pengendalian: tanaman
disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3.
b.
Penyakit
Busuk bakteri rimpang : Gejala: kulit
akar tanaman menjadi keriput & mengelupas, kemudian rimpang lama kelamaan
membusuk & keropos. Pengendalian: mencegah terjadi genangan air pada lahan,
mencegah terlukanya rimpang;penyemprotanfungisida dithane M-45.Karat daun
kunyit. Penyebab : Taphrina macullans Bult & Colletothrium capisici atau
oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips. Gejala: timbulnya warna coklat
(karat) pada helaian daun; bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/ daun
yang tua maka tdk akan.mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang
tanaman/daun muda, menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati. Pengendalian:
Dilakukan dgn mengurangi kelembaban;Penyemprotan insektisida, seperti dgn
agrotion 2 cc/liter atau dgn fungisida dithane M-45 secara teratur selama
seminggu sekali.
Gulma : Gulma potensial pada pertanaman
kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang, rumput
teki, rumput lulangan, ageratum, & gulma berdaun lebar lainnya.
Pengendalian hama/penyakit secara
organik : Dalam pertanian organik yang tdk menggunakan bahan-bahan kimia
berbahaya melainkan dgn bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan
secara terpadu sejak awal pertanaman utk menghindari serangan hama &
penyakit tersebut yang dikenal dgn PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang
komponennya adalah sebagai berikut :
·
Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang
sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama & penyakit
serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman
·
Memanfaatkan semaksimal mungkin
musuh-musuh alami
·
Menggunakan varietas-varietas unggul
yang tahan terhadap serangan hama & penyakit.
·
Menggunakan pengendalian fisik/mekanik
yaitu dgn tenaga manusia.
·
Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dgn pemilihan
tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya
utk memutuskan siklus penyebaran hama & penyakit potensial.
·
Penggunaan pestisida, insektisida,
herbisida alami yang ramah lingkungan & tdk menimbulkan residu toksik baik
pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.
2.11
Panen
-
Ciri & Umur Panen : Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18
bulan, saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan, yaitu pada
saat gugurnya daun kedua. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar & lebih
banyak bila dibandingkan dgn masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dgn berakhirnya
pertumbuhan vegetatif, seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun &
batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati).
-
Cara Panen : Pemanenan
dilakukan dgn cara membongkar rimpang dgn cangkul/garpu. Sebelum dibongkar,
batang & daun dibuang terlebih dahulu. Selanjutnya rimpang yang telah
dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar
tdk rusak.
-
Periode Panen : Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau
karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Selain itu
kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses
pengeringannya.
-
Perkiraan Hasil Panen :
Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0,71
kg. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.
2.12
Pasca Panen
-
Penyortiran Basah & Pencucian : Sortasi pada bahan segar
dilakukan utk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, &
gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran & tempatkan
dalam wadah plastik utk pencucian. Pencucian dilakukan dgn air bersih, jika
perlu disemprot dgn air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya & jika
masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari
pencucian yang terlalu lama agar kualitas & senyawa aktif yang terkandung
didalam tdk larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena
dikhawatirkan telah tercemar kotoran & banyak mengandung bakteri/penyakit.
Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar
sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam
wadah plastik/ember.
-
Perajangan : Jika perlu proses perajangan, lakukan dgn pisau
stainless steel & alasi bahan yang akan dirajang dgn talenan. Perajangan
rimpang dilakukan melintang dgn ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah
perajangan, timbang hasilnya & taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan
dapat dilakukan secara manual atau dgn mesin pemotong.
-
Pengeringan : Pengeringan dapat dilakukan dgn 2 cara, yaitu
dgn sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama
3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dgn sinar
matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tdk
saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam
sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang
lembab & dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi.
Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 o C - 60 o C. Rimpang yang
akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven & pastikan bahwa rimpang tdk
saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan.
-
Penyortiran Kering : Selanjutnya lakukan sortasi kering pada
bahan yang telah dikeringkan dgn cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda
asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang
hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya).
-
Pengemasan : Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan
dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih & kedap udara (belum
pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut,
yang.menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode
produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih & metode penyimpanannya.
-
Penyimpanan : Kondisi gudang harus dijaga agar tdk lembab
& suhu tdk melebihi 30oC & gudang harus memiliki ventilasi
baik & lancar, tdk bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang
menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup ( hindari
dari sinar matahari langsung ), serta bersih & terbebas dari hama gudang.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dilihat dari pembahasan di atas dapat
disimpulkan bahwa:
1. Kunyit merupakan salah satu tanaman
obat potensial, selain sebagai bahanbakuobat juga dipakai sebagai bumbu dapur
dan zat pewarna alami.
2. Dilihat dari maanfaatnya setelah
dilakukan beberapa penelitian secara in vitro dan in
vivo menunjukkan, kunyit memunyai aktivitas sebagai antiinflamasi (antiperadangan),
aktivitas terhadap peptic ulcer, antitoksik, antihiperlipidemia,
dan aktivitas antikanker.
3.2 Kritik&
Saran
Bagi pembaca
yang tengah mengidap penyakit atau pun yang ingin mencegah datangnya sumber
penyakit hendaknya memilih obat-obatan yang alami atau tradisional , salah satu
nya seperti tumbuhan kunyit ,karena obat-obatan tradisional tersebut
selain tidak menimbulkan resiko yang berat dan mudah didapat juga biayanya
terjang.
DAFTAR PUSTAKA
Ø
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=KUNYIT%20%28CURCUMA%20DOMESTICA%29&&nomorurut_artikel=45
Ø Pitoyo,setio
dan zumiati.2002.tanaman bumbu dan pewarna nabati.Jakarta
Ø denmar:aneka
ilmu dep kes,khasiat tanaman obat dan difersifikasikan pangan(dalam CDROM
mencerdaskan bangsa seri ke-2),
Ø Pusat
dokumentasi dan informasi ilmiah lembaga ilmu pengetahuan Indonesia,khasiat
tanaman obat dan di defirkasikan.
Ø http://assanvkcm.blogspot.com


Artikel Kesehatan | Kunyit | Ginseng Jawa | Lidah Buaya | Daun Saga
BalasHapusBeberapa kandungan kimia dari rimpang kunyit yang telah diketahui yaitu minyak atsiri sebanyak 6% yang terdiri dari golongan senyawa monoterpen dan sesquiterpen (meliputi zingiberen, alfa dan beta-turmerone), zat warna kuning yang disebut kurkuminoid sebanyak 5% (meliputi kurkumin 50-60%, monodesmetoksikurkumin dan bidesmetoksikurkumin), protein, fosfor, kalium, besi dan vitamin C.
Casino - Bracket betting guide for your chance to win
BalasHapusThe Casino is a unique casino that has been around for over a decade. It wooricasinos.info has managed casinosites.one to offer great games such as gri-go.com Blackjack, Roulette and Video Poker, jancasino