Makalah Tentang“Dakwah Rasullah Periode Madinah”
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Allah SWT berkat rahmat dan hidayah-Nya., akhirnya kami dapat menyelesaikan
tugas makalah yg diberikan oleh guru, adapun materi yang kami tulisaialah
tentang “Dakwah Rasullah Periode Madinah”.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
guru pembimbing karena telah mengajar dan membimbing kami dalam penyusunan makalah yang sederhana ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
teman-teman yang telah ikut berpartisipasi memberikan pemikiran, ide, saran dalam
penyelesaian Makalah ini, sehingga dapat terselesaikan
dengan baik.
Dengan adanya makalah ini semoga dapat
bermanfaat bagi kita
semua Semoga hasil kerja penulis yang sangat sederhana ini
mendapat ridlo dari Allah SWT, Amin
ya rabbal ‘alamin
Kami pun menyadari bahwa sebagai manusia memiliki keterbatasan, tentu hasil
kerja kami ini tidak mungkin luput dari kekurangan. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan dari
para pembaca demi penyempurnaannya.
Pordjo
Punya, 15 April 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang................................................................................................. 1
B.
Pemasalahan..................................................................................................... 1
C.
Tujuan............................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW............................................................ 2
B.
Proses Turunnya Wahyu Pertama..................................................................... 2
C.
Nabi Muhammad SAW Dalam Berdakwah..................................................... 2
D.
Hijrah Nabi Ke Madinah..................................................................................
E.
Perjuangan Nabi Muhammad saw dan
Para Sahabat di Madinah....................
F.
Pembentukan Komunitas Madinah dan Negara Madinah................................
G.
Piagam
Madinah......................................................................
10
Bab III Penutup
A.
Kesimpulan.......................................................................................................
B.
Saran.................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai seorang muslim hendaknya kita
mesti sejarah nabi Muhammad SAW baik ketika beliau dalam berdakwah sampai
hijrah ke madinah dan diangkat sebagai Rasul Oleh karena itu kami mencoba untuk
mengingatkan kembali akan sejarah dan perjalanan nabi untuk selalu kita contoh
dan kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Telah kita ketahui bersama bahwa
umat islam pada saar sekarang ini lebih banyak mengenal figur-figur yang
sebenarnya tidak pantas untuk di contoh dan ironisnya mereka sama sekali buta
akan sejarah dan pri kehidupan rosulullah SAW Oleh karena itu kami mencoba
untuk membuka, memaparkan tentang kehidupan nabi Muhammad SAW, dan
mudah-mudahan dengan adanya makalah ini menambah rasa kecintaan kita pada nabi
Muhammad SAW.
B.
Permasalahan
v Sejarah hidup nabi Muhammad SAW
v Turunnya wahyu yang pertama
v Nabi Muhammad dalam berdakwah
v Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah
v Perjuangan
Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat di Madinah
v Pembentukan Komunitas dan Negara
Madinah
v Piagam Madinah
C.
Tujuan
Adapun tujuan penulis menyusun makalah
ini supaya pembaca lebih mengetahui tentang kehidupan nabi Muhammad SAW dan
proses pembentukan Negara Madinah sekaligus memahami isi-isi piagam Madinah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad saw dilahirkan pada
tanggal 12 Rabiul Awal atau 20 April 571M. Sebelum beliau dilahirkan ayahnya
telah wafat oleh karena itu kakeknyalah yang mengasuh beliau kemudian di susui
oleh Halimatus Sa'diyah. Setelah kakeknya wafat beliau diasuh oleh pamannya
yaitu Abu Thalib.salah satu dari usaha Muhammad yang terpenting sebelum di utus
menjadi rosul ialah berniaga ke syam membawa barang-barang Khadijah. Perniagaan
ini menghasilkan laba yang banyak dan menyebabkan adanya pertalian antara
Muhammad dengan Khadijah dan mereka kemudian mereka menikah. Waktu itu beliau
berumur 25 tahun dan khadijah sudah janda yang berumur 40 tahun.
B.
Proses
Turunnya Wahyu Yang Pertama
Menjelang usianya yang ke 40, dia sudah
terlalu terbiasa memisahkan diri dari kegalauan masyarakat, berkontemplasi ke
gua hira, bebarapa kilometer di utara kota mekah. Disana Muhammad mula-mula ber
jam-jam kemudian berhari-hari bertafakur. Pada tanggal 17 ramadhan tahun 611
Masehi, malaikat jibril muncul menyampaikan wahyu Allah yang Artinya : Bacalah
dengan nama tuhanmu yang telah mencipta. Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmu itu maha melihat. Dia telah mengajar
dengan kalam. Dia telah mengajar manusia apa yang mereka tidak ketahui ( QS
96 : 1-5 ) Dengan turunnya wahyu pertama itu, berarti Muhammad telah dipilih
Allah sebagai Rasul, dia belum diperintahkan untuk menyeru manusia kepada
agama. Setelah wahyu pertama itu datang, Jibril tidak muncul lagi untuk
beberapa lama sementara Nabi Muhammad SAW menantikannya dan selalu datang ke
Gua Hira'.
C.
Nabi
Muhammad SAW Dalam Berdakwah
Dalam proses penantian Jibril, turun
wahyu yang membawa perintah kepada Rasulullah. Wahyu itu itu berbunyi sebagai
berikut : Hai orang yang brselimut bangun, dan beri ingatlah. Hendaklah
engkau besarkan Tuhanmu dan bersihkanlah pakaianmu, tinggalkan perbuatan dosa
dan janganlah engkau memberi ( dengan maksud ) memperoleh ( balasan ) yang
lebih banyak dan untuk ( untuk memenuhi perintah ) Tuhanmu bersabarlah. (
Al- Muddatsir 1-7 ).
Dengan turunnya perintah itu mulailah
Rasulullah berdakwah. Pertama-tama, beliau melakukannya secar diam-diam di
lingkungannya sendiri, keluarga, dan sahabat-sahabat beliau yang paling karib.
Mereka di seru kepada pokok-pokok agama islam yang disebut dalam ayat-ayat
diatas yaitu, bertauhid kepada allah dan meninggalkan ilah dan
berhala-berhala yang mereka sembah.Mula-mula istrinya sendiri, Khadijah,
kemudian saudara sepupunya Ali bin Abi Thalib yang beru berumur 10 tahun.
Kemudian Abu Bakar sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Lalu Zaid, bekas
budak yang telah menjadi anak angkatnya. Ummu Aiman, pengasuh Nabi sejak ibunya
Aminah masih hidup. Banyak orang-orang yang menerima seruan Nabi melalui
perantara Abu Bakar. Mereka dikenal dengan sebutan Assabiqunal Awwalun .
Mereka ialah Usman bin Affan, Zubair ibnu Awwan, Sa'ad ibnu Abu Waqqas,
Abdurrahman ibnu Auf, Talhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah ibnul Jarrah, dan
Arqam ibnu Abu Arqam. Rumah Arqam pada saat itu dijadikan tempat pertemuan
untuk menyampaikan dakwah islam.Tidak berapa lama turunlah ayat kepada Nabi
Muhammad SAW “ Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa
yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musrik.
Sesungguhnya kami memelihara kamu dari kejahatan orang-orang yang
memperolok-olokan kamu.
Sesudah ayat ini tu, mulailah
Rasulullah SAW menyeru segenap lapisan manusia kepada agama Islam menyeru
segenap lapisan manusia secara terang-terangan baik golongan bangsawan maupun
hamba sahaya, begitupun anggota kerabat mereka sendiri atau orang-orang yang
jauh. Mula-mulanya beliau menyeru penduduk mekkah lalu kemudiah penduduk negeri
yang lain. Disamping itu beliau juga orang-orang yang berdatangan ke mekkah
untuk melakukan ibadah haji. Dengan usahanya yang gigih. Hasil yang diharapkan
mulai terlihat. Jumlah pengikut nabi yang tadinya hanya 12 an orang makin hari
makin bertambah. Mereka terutama terdiri dari kaum wanita, budak, pekerja dan
orang-orang yang tak punya.
Quraisy mulai menentang setelah dakwah
terang-terangan itu pemimpin quraisy mulai berusaha menghalangi dakwah rasul.
Semakin bertambanya jumlah pengikut Nabi, semakin keras tantangan yang
dilancarkan kaum Quraisy.
Faktor-faktor yang mendorong Quraisy
menentang seruan islam. Dengan mempelajari dan mengerti bagaimana kehidupan
bangsa arab dapatlah kita menyimpulkan sebab-sebab yang mendorong kaum quraisy
menentang agama islam yaitu sebagai beriku :
·
Persaingan
merebut kekuasaan
Kaum
Quraisy tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan, atau antara
kenabian dan kerajaan. Mereka mengira tunduk kepada agama Muhammad berarti
tunduk kepada kekuasaan Abdul Muthalib. Sedangkan suku-suku bangsa arab selalu
bersaingan untuk merebutkan kekuasaan dan pengaruh. Sebab itu bukanlah hal yang
mudah bagi kaum quraisy untuk menyerehkan kepemimpinan kepada Muhammad karena
menurut mereka berarti suku-suku bangsa arab akan kehilangan kekuasaan dalam
masyarakat.
·
Penyamaan
antara hak antara kasta bangsawan dan kasta hamba sahaya
Bangasa
arab hidup dengan system kasta, tiap-tiap manusia digolongkan dalam kelompok
kasta yang tak boleh dilampauinya. Tapi seruan nabi Muhammad membrikan hak yang
sama kepada manusia, yang merupakan suatu dasar yang penting dalam agama islam,
agama islam memandang sama antara hamba sahaya dengan tuannya.
·
Takut
dibangkitkan dari alam kubur
Agama
islam mengajarkan bahwa pada hari kiamat manusia akan dibangkitkan dari dalam
kuburnya dan semua amal pernebuatan manusia akan di hisab , orang-orang
yang berbuat baik maka Allah akan membalasnya dengan surga akan tetapi orang
yang berbuat jahat akan dibalas dengan neraka. Kaum Quraisy tidak dapat
menerima agam islam yang mengajarkan manusia akan dibangkitkan kembali sesudah
mati.
·
Taklid
kepada nenek moyang
Para
kaum Quraisy taklid secara membabi buta terhadap nenek moyangnya dan mengikuti
langkah-langkah mereka dalam prersoalan peribadatan dan tingkah laku adalah
suatu yang telah berurat dan berakar pada bangsa arab karena itu sangat
beratlah terasa bagi mereka meninggalkan agama nenek moyang dan mengikuti agama
baru yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Mereka berkata : “Apabila dikatakan
kepada mereka” Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti rasul.
“Mereka menjawab: cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami
mengerjakanya. Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka
walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa dan tidak pula mendapat
petunjuk?
·
Memperniagakan
patung
Salah
satu dari perusahaan orang arab dahulu adalah memahat patung yang menggambarkan
Latta, Uzza , Manna , dan Hubal patung-patung itu mereka
jual kepada Jamaah Haji, mereka membelinya supaya mendapat berkat atau untuk
kenang-kenangan. Tetapi agama Islam melarang menyembah memahat dan menjual
patung, karena itu saudagar-saudagar patung memandang agama Islam sebagai
penghalang rezeki mereka, oleh karena itu, mereka menentang agama islam.
Fase-fase
tantangan Quraisy terhadap agama Islam pada permulaan Islam kaum Quraisy
belumlah mencurahkan perhatiannya terhadap umat islam mereka mengira bahwa
seruan nabi Muhammad itu hanya satu gerakan yang tidak akan bertahan lama untuk
akan lemah dan akan punah dengan sendirinya. Akan tetapi, alangkah terkejutnya
mereka melihat dengan cepat memasuki kehidupan rumah tangga mereka dan hamba
sahaya yang dulu mereka anggap derajatnya terlebih sebagai harta benda telah
menerima pula seruan itu dan telah menerima pula seruan itu dengan baik.
Pertama sekali mereka halangi para hamba sahaya dan orang-orang yang lemah
seperti Yasir dan putranya Ammar serta istrinya Summayyah, begitu juga Bilal,
Habab Ibnu Haris dan lainnya mendapat siksaan yang berat diluar prikemanusiaan.
Akan tetapi Nabi SAW tidak mendapatkan siksaan karena Bani Hasyim memiliki
kedudukan yang tinggi pada pandangan mereka dan Rasul sendiri mendapat
perlindungan dari pamannya Abu Thalib. Akan tetapi, seruan Nabi bertambah
tersiar dan bangsawan Quraisy mulai banyak yang masuk.
D.
Hijrah
Nabi Ke Madinah
1. Rencana-rencana jahat kafir Quraisy
terhadap diri Nabi Muhammad dan kaum Muslimin diantaranya
2. Fitnah tentang Nabi Muhammad dituduh
juru penerang yang memecah belah masyarakat
3. Abu Jahal sangat memusuhi Nabi Muhammad
sehingga dia ingin membunuhnya
4. Kaum Muslimin yang di Makkah dikucilkan
oleh masyarakat Makkah selama tiga tahun.
Melihat kenyataan seperti itu akhirnya
nabi memandang bahwa kota Makkah tidak dapat dijadikan lagi pusat dakwah.
Karena itu, Nabi pernah mengunjungi beberapa negeri seperti Thaif, untuk
dijadikan sebagai tempat pusat dakwah, namun ternyata tidak bisa, karena
penduduk Thaif juga memusuhi Nabi. Oleh karena itu, Nabi memilih kota Madinah (
Yastrib ) sebagai tempat hijrah kaum Muslimin, dikarenakan beberapa faktor
antara lain :
·
Madinah
adalah tempat yang paling dekat dengan Makkah
·
Sebelum
jadi Nabi, Muhammad telah mempunyai hubungan yang baik dengan penduduk madinah
karena kakek nabi, Abdul Mutholib, mempunyai istri orang Madinah
·
Penduduk
Madinah sudah dikenal Nabi bahwa mereka memiiki sifat yang lemah lembut
·
Nabi
Muhammad SAW mempunyai kerabat di madinah yaitu bani Nadjar
·
Bagi
diri Nabi sendiri, hijrah ke Madinah karena perintah Allh SWT.
Pada tahun ke-13 sesudah Nabi Muhammad
diutus, 73 orang penduduk Madinah berkunjung ke Makkah untuk mengunjungi Nabi
dan meminta beliau agar pindah ke Madinah. Dikarenakan, ada beberapa faktor
yang menyebabkan penduduk Madinah mudah menerima ajaran Islam yaitu :
Ø Bangsa arab Yastrtib lebih memahami
agama-agama ketuhanan Karena mereka sering mendengar tentang Allah, wahyu,
kubur, hisab, berbangkit, surga dan neraka.
Ø Penduduk Yastrib memerlukan seorang
pemimpin yang mampu mempersatukan suku-suku yang saling bermusuhan.
Selama dalam perjalanan ke Madinah
beliau mengalami banyak gangguan selain diganggu oleh Suraqah yang mengejar
beliau sekaligus pembunuh bayaran, beliaupun sempat singgah ke Kubah dan
mendirikan masjid yang dikenal dengan Masjid Kuba, dalam Al-Qur'an disebut
dengan Masjid Taqwa . Masjid inilah yang pertama kali dibangun oleh Nabi
Muhammad SAW.
Setelah ada berita bahwa Nabi Muhammad
dalam perjalanan menuju kota Madinah maka kaum Muslimin Madinah sudah nenunggu
kedatangan beliau dengan penuh kerinduan dan penghormatan. Pada hari Jum'at
tahun pertama hijriah bertepatan dengan tanggal 2 Juli 622M, Nabi beserta
rombongan Muhajirin lainnya disambut meriah oleh penduduk Madinah sambil
melagukan sebuah syair yang terkenal. Pada hari jum'at itu pula Nabi untuk
pertama kali mengadakan Shalat Jum'at bersama kaum Muhajirin dan Anshor.
Setelah Nabi menetap di Madinah,
barulah Nabi mulai mengatur semua untuk kebaikan dan kepentingan penduduk
Madinah serta kepentingan umat Islam. Peristiwa hijrah nabi ke Madinah akhirnya
dijadikan sebagai awal perhitungan tahun hijriah.
E. Pembentukan komunitas madinah dan
Negara madinah
Setalah tiba dan diterima penduduk
Yastrib ( Madinah ), Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota itu.
Babak baru dalam sejarah Islam pun dimulai. Berbeda dengan periode Mekkah,
periode Madinah, Islam, merupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan
dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi Muhammad mempunyai
kedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, tetapi juga sebagai kepala Negara.
Dengan kata lain, dalam diri Nabi terkumpul dua kekuasaan, kekuasaan spiritual
dan duniawi. Kedudukannya sebagai Rasul secara otomatis merupakan sebagai
Kepala Negara. Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan Negara baru itu, nabi
segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Dasar pertama ,
pembangunan Masjid, selain untuk tempat shalat, juga sebagai sarana penting
untuk mempersatukan kaum Muslimin dan mempertalikan jiwa mereka. Masjid pada
masa Nabi juga berfungsi sebagai pussat pemerintahan. Dasar kedua ,
Ukhuwah Islamiah , persaudaraan sesama musllim. Nabi mempersaudarakan
golongan Muhajirin dengan Anshor. Ini berarti menciptakan suatu bentuk
persaudaraan yang baru yaitu persaudaraan berdasarkan agama, menggantikan persaudaraan
beersasarjan darah. Dasar ketiga , hubungan persahabatan sengan
pihak-pihak lain yang tidak beragama islam.
Meskipun penduduk Madinah terdiri dari
Islam, Yahudi, dan Musyrikin. Rasulullah menetapkan keamanan Negeri Madinah
adalah tanggung jawab semua golongan. Bila ada musuh dari luar maka secara
gotong-royong mengusirnya. Konsep tanggung jawab ini menjadikan Negeri Madinah
adalah tempat tinggal yang aman bagi umat Islam, dan golongan lain. Secara
garis besar Negeri Madinah yang ditetapkan Rasulullah yaitu :
v Setiap golongan, kaum atau suku
bertanggung jawab bagi harta rampasan atau uang tebusan bagi masing-masing
anggotanya.
v Penduduk Madinah diharapkan kompak
dalam menghadapi tindak kriminal, sekalipun untuk keluarga terdekatnya yang
merugikan anggota masyarakat lain
v Orang Yahudi dari berbagai kelompok
harus menjaga agamanya sendiri dan mereka dengan kaum muslimin harus saling
membantu.
Hijrahnya Rasulullah SAW memberikan
hikmah yang besar terhadap perkembangan Dakwah Islamiah diantaranya :
F.
Perjuangan
Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat di Madinah
Sejak hijrah ke Madinah,Nabi Muhammad
saw dan Para sahabat selalu berdakwah kepada penduduk. tanpa mengenal lelah dan
putus asa. Mereka terus berusaha menyebarkan ajaran Islam kepada seluruh
penduduk termasuk orang-orang Yahudi,Nasrani dan Kaum Pagan. Mayoritas
penduduk Madinah , terutama suku Aus dan suku Khazraj , menyambut baik
ajakan Nabi Muhammad saw, menyatakan kesetiannya kepada Nabi Muhammad saw
dan bersedia membantu beliau menyebarkan ajaran Islam. Padahal sebelum
menerima ajaran Islam,kedua suku ini selalu berperang. Hal ini menambah
semangat Nabi Muhammad saw dalam berdakwah.Sementara , orang-orang Yahudi
merasa tidak senang kepada Nabi Muhammad saw dan para sahabat mereka. Mereka
merasa tersingkir sejak kehadiran suku Aus dan Khazraj untuk
kembali ke Agama lama mereka. Bahkan mereka mulai menyusun kekuatan untuk
melemahkan umat Islam.Dalam perjalanan dakwahnya , Nabi Muhammad saw banyak
menemui rintangan. Rintangan itu muncul sebagai akibat adanya masyarakat
Madinah yang tidak dapat menerima kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.
Dibawah pimpinan Abdullah bin Ubay
bin Salul, mereka menjalin hubungan rahasia dengan kaum kafir Qurasiy di Mekkah.
Mereka selalu melaporkan perkembangan umat Islam di Madinah dengan Maksud
menekankan kekuasaan Nabi Muhammad saw. Hal ini merupakan awal terjadinya
peperangan dengan kaum kafir quraisy. Peperangan yang kemudian terjadi adalah
Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandak.Terjadinya
Perang Badar dipicu oleh rasa iri orang-orang kafir Quraisy
terhadap keberhasilan Nabi Muhammad saw, menguasai dan mempersatukan masyarakat
Madinah. Peperangan ini terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke -2 H atau 8
Januari 623 M disalah satu sumber mata air yaitu Badar.

Ilustrasi Perang Badar
Dalam Perang Badar kaum muslimin hanya
berjumlah 313 orang yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad saw,
sedangkan pasukan kafir Quraisy berjumlah 1.000 orang yang dipimpin oleh
Abu Sufyan. Sebelum perang dimulai , terjadi perang tanding antara kedua
belah pihak. Pihak umat Islam diwakili Ubaidah bin Harits,Hamzah bin Abdul
Muttalib dan Ali bin Abi Thalib. Pasukan Quraisy diwakili Syaibah
bin Rabi'ah dan Utbah bin Rabi'ah dan Walid bin Utbah. Dalam perang
ini pasukan kaum muslimin mengalami kemenangan dengan gemilang. Abu Jahal
terbunuh dan 14 muslimin gugur sebagai syahid.
|
|||
|
Peta
Pertempuran Uhud
|


Setelah mengalami kekalahan dalam
perang Badar , Abu Sufyan menyiapkan pasukan dengan persenjataan lengkap.
Bahkan mengundang pasukan Badui untuk bergabung. Terbentuklah pasukan kafir
Quraisy dengan rincian 3.000 pasukan tempur yang didalamnya terdapat
700 pasukan bertameng dan 200 pasukan berkuda. Pada tahun 3 H,
dibawah komando Abu Sufyan,pasukan itu bergerak menuju Madinah. Pada
hari Kamis 21 Maret 625 M,mereka berada dihilir Lembah Uhud.
Pasukan Islam berjumlah 1.000 orang, akan tetapi ditengah
perjalanan, 300 orang membelot dibawah pimpinan Abdullah bin Ubay bin
Salul. Kedua pasukan bertemu di Bukit Uhud ,
pada awal peperangan, tentara muslim memperoleh kemenangan . Akan tetapi ,
ketika perang hampir selesai pasukan Pemanah umat islam meninggalkan posisinya
untuk mengambil harta rampasan. Akibatnya pasukan Islam mendapat serangan dari
pasukan kafir yang dipimpin oleh Khalid bin Walid dari belakang.
Akhirnya , pasukan Islam tidak mampu bertahan dan mengundurkan diri dari medan
perang. Akibat perang ini , 70 orang pasukan Islam gugur, sedangkan 23
pasukan kafir tewas. Seusai perang , Hindun istri Abu Sufyan
mengoyak-koyak isi perut Hamzah , paman Nabi Muhammad saw, yang gugur dalam
pertempuran itu. Ia melampiaskan dendam atas terbunuhnya ayahnya, Utbah bin
rabi'ah, oleh Hamzah bin Abdul Muttalib dalam perang Badar.
Gambaran Pertempuran
Perang yang terjadi berikutnya adalah Perang
Khandak. Setelah mengalami kekalahan dalam perang Uhud , pasukan Islam
sekarang lebih kuat . Pada tahun 327 M, orang-orang kafir Quraisy, Yahudi dan
Suku Badui mampu membentuk pasukan yang berkekuatan 10.000 personil.
Diantaranya 600 pasukan berkuda yang dipimpin Abu Sufyan. Untuk
menghadapi musuh, Nabi Muhammad saw mengerahkan 3.000 pasukan tempur.
Berdasarkan saran dari Salman Al Farisi, kaum muslimin membuat
sistim pertahanan berupa parit yang mengitari perbatasan Kota
Madinah. Penggalian dilakukan oleh pasukan Islam sendiri . Abu Sofyan
sebagai pemimpin pasukan Quraisy memutuskan mundur karena tidak sanggup lagi
menghadapi perang. Peperangan dimenangkan oleh Kaum muslimin. Kemenangan
ini membuat nama umat Islam dan Kota Madinah makin harum. Hali in menyebabkan
para pembesar negara tetangga tertarik untuk bekerja sama dengan pemerintah
Kota Madinah.
Setelah 6 tahun menetap di Kota Madinah, timbul keinginan kaum Muhajirin untuk
menunaikan ibadah haji sekaligus mengunjungi tanah kelahiran mereka. Nabi
Muhammad saw mengunjungi Mekkah bersama para sahabat pada bulan Zulkaidah
tahun ke-6 H atau 628 M untuk menunaikan ibadah haji. Para pemuka kafir
quraisy berusha menghadang rombongan umat Islam ,ketika mengetahui
keberangkatan tersebut.Dalam tradisi Arab, bulan Zulkaidah diharamkan untuk
mengadakan peperangan,kebencian telah membuat mereka mengabaikan tradisi itu.
Ketika rombongan umat Islam sampai di
sebuah tempat bernama Hudaibiyah yang berjarak sekitar 6 mil dari
kota Mekkah ,mereka berhenti . Nabi Muhammad saw mengutus Usman bin Affan
untuk mengabarkan kepada kaum kafir Quraisy maksud dan tujuan mereka. Kaum
kafir quraisy bersikeras tidak mengizinkan rombongan umat Islam memasuki
Mekkah,Perundingan sangat alot . Walaupuun demikian ,mereka berhasil membuat
kesepakatan yang dikenal dengan perjanjian Hudaibiyah. Diantaranya
isinya sebagai berikut :
Hudaibiyah
1. Kedua belah pihak mengadakan gencatan
senjata selama 10 tahun.
2. Setiap orang diberi kebebasan untuk
memilih menjadi pengikut Nabi Muhammad saw atau kaum kafir quraisy.
3. Kaum muslimin wajib mengembalikan orang
Mekkah yang menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. di Madinah tanpa alasan yang
benar kepada walinya,sedangkan kaum kafir qurasiy tidak wajib mengembalikan
orang Madinah yang menjadi pengikut mereka.
4. Kunjungan rombongan umat Islam untuk
menunaikan ibadah haji ditangguhkan pada tahun berikutnya. Lama kunjungan
paling lama adalah 3 hari dan tidak boleh membawa senjata.
Setelah perjanjian Hudaibiyah situasi
menjadi aman dan tidak ada peperangan. Pengikut Nabi Muhammad saw yang
semula hanya berjumlah sekitar 1.400 orang bertambah menjadi hampir 10.000
orang. Hal ini disebabkan orang-orang Qurasisy banyak bersimpati terhadap Nabi
Muhammad saw. Sebelumnya,para sahabat tidak menyetujui isi perjanjian
Hudaibiyah. Mereka menganggap perjanjian itu hanya merugikan umat Islam.
Akan tetapi , Nabi Muhammad saw, menyikapi Perjanjian Hudaibiyah secara arif .
Nabi Muhammad saw memanfaatkan situasi aman dan damai setelah Perjanjian
Hudaibiyah. Beliau mengirimkan duta-dutanya ke negara tetangga untuk
mengajak mereka memeluk agama Islam. Ajakan itu diterima oleh beberapa
penguasa negeri tetangga dan ditolak oleh beberapa negeri tetangga
lainnya, Sebagian menolak ajaran itu adalah raja Persia. Penolakan itu
menyebabkan munculnya permusuhan dan peperangan yang besar antar kedua belah
pihak di kemudian hari.
G. Piagam Madinah
Isi
Piagam Madinah antara lain :
1. Kelompok masing-masing berhak menghukum
orang yang membuat kerusakan dan memberikan keamanan bagi orang yang patuh
2. Kebebasan beragama terjamin untuk semua
kelompok
3. Menjadi suatu kewajiban bagu penduduk
madinah muslim dan yahudi untuk salaing membantu dan menolong
4. Saling mengadakan kerja sama dengan
mempertahankan Negeri Madinah dari segala serangan
5. Rasulullah menjadi pemimpin tertinggi
di negeri Madinah, segala perkara dan perselisihan besar diserahkan kepada
beliau untuk memutuskannya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalh ini adalah bahwa
sanya nabi Muhammad saw merupakan nabi dan rasul yang diutus kepada manusia
untuk memberikan bimbingan kepada jalan yang lurus dengan perjuangan yang
gigih. Beliau berhasil merubah kebiasaan umat manusia dari keburukan kepada jalan
kebenaran untuk menyembah allah swt. Dan bagaimana kita sebagai umat islam
untuk menjadikan beliau sebagai contoh dan suri taulaadan bagi kita dalam
kehidupan sehari-hari. Baik dalam lingkungan keluarga, agama, masyarakat, dan
bernegara.
B.
Saran
Adapun saran penulis kepada pembaca
agar dapat lebih mengetahui tentang kehidupan nabi Muhammad SAW, proses
turunnya wahyu yang pertama, hijrahnya nabi ke Madinah, dan proses pembentukan
Negara Madinah sekaligus dapat memahami isi-isi piagam Madinah. Selain dari
pada itu, bila terdapat kesalahan kami mohon maaf karena masih dalam proses
pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah,
Taufik (ed.) 2002. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Jakarta: Ichtiar
Baru Van
Hoeve.
Ali,
K . . Sejarah Islam. Jakarta: Srigunting.
Al
Jaziri, Abu Bakar. 2002. Ensiklopedi Muslim. Jakarta; Darul Fatah
Daradjat,
Zakiah. 1999. Dasar-Dasar Agma Islam. Jakarta: Universitas Terbuka
Daud,
Ma’mun. (terj). 1993. Terjemahan Hadis Sahih Bukhari. Jakarta : Widjaya
Osman,
A. Latif. 2001.Ringkasan Sejarah Islam.Jakarta:
http
: //assanvkcm.blogspot.com


Las Vegas, Nevada (NV) – Casinos & Slot Machines for Sale - DRM
BalasHapusCasinos & Slot Machines · Gambling and slot machines · MGM Games · Las 거제 출장마사지 Vegas 경산 출장안마 Online 부산광역 출장마사지 Casino 수원 출장샵 · Vegas and Slot 상주 출장샵 Machines